logoblog

Cari

Tutup Iklan

MENELUSURI SITUS MEGALITIKUM SUMBAWA

MENELUSURI SITUS MEGALITIKUM SUMBAWA

Rampak Nulang;                Keberadaan situs purbakala warisan nenek moyang jaman dulu merupakan bukti sejarah akan eksistensi

Wisata Sejarah

KM. Rampak Nulang
Oleh KM. Rampak Nulang
11 September, 2014 02:44:50
Wisata Sejarah
Komentar: 0
Dibaca: 69101 Kali

Rampak Nulang;

               Keberadaan situs purbakala warisan nenek moyang jaman dulu merupakan bukti sejarah akan eksistensi peradaban suatu masyarakat pada masa lampau.

.             Begitu juga terhadap keberadaan situs megalitikum yang terdapat di Sumbawa yang tersebar diberbagai tempat dibarisan maupun punggung bukit pegunungan Batu Lanteh, Sumbawa. Seperti di Sangkar Bulan, pegunungan Tarakin, Olat Raboran dll.

                Bagi sebagian orang keberadaan situssitus ini mungkin hanya dianggap seonggok batu belaka namun keberadaanya sangat penting untuk menguak misteri dan sejarah peradaban manusia dari jaman prasejarah dan sejarah yang nantinya menjadi media pembelajaran serta pembuktian paling tidak sedikit banyak tentang kehidupan  nenek moyang kita pada jaman dahulu. Selain itu keberadaannya sangat bermanfaat untuk bahan penelitian maupun sebagai obyek wisata budaya (heritage tourism)

                Beberapa situs megalitikum yang ada keberadaannya tidak terurus.  Kondisinya memprihatinkan kalau boleh dikatakan terbengkalai. Sepertinya pernah ditangani namun belum maksimal, masih setengahsetengah dirawat dan diperhatikan oleh pemerintah setempat ataupun oleh balai kepurbakalaan selaku pihak yang paling  bertanggungjawab dalam hal ini.  .

TEMANG DONGAN

             Terletak dipegunungan sebelah barat Desa pungkit kecamatan Lape. Disini terdapat 6 situs  didataran diantara dua punggung gunung Temang Dongan. Sebenarnya situs ini berjumlah 9 buah namun tak semua orang dapat melihat atau menemukannnya. Hanya orangorang beruntung yang dapat melihat kesembilan situs tersebut. Ada halhal mistik yang dipercayai yang melingkupi keberadaan situs ini.

Situs Temang Dongan berupa sarkopagus berbentuk lengkungan dengan relief buaya yang oleh masyarakat setempat disebut sumur buaya karena dilengkungannya terdapat relief buaya. Reliefnya lainnya menggambarkan wajah manusia atau biasa disebut batu boneka (babung).

AI RENUNG

                Masyarakat sekitar menyebut situs ini  dengan nama Sampar (dataran) Sangka Bulan. Karena bulan purnama sangat indah apabila dilihat dari dataran ini. Berjarak sekitar 21 km atau 1 jam perjalanan dari kota Sumbawa Besar. Menuju situs Ai Renung dengan berjalan kaki dari Desa Batu Tering kita bisa menempuh waktu perjalanan sekitar 15 menit. Situs ini berupa sarkopagus kuburan batu. Kondisinya lebih lengkap karena memiliki cungkup atau penutup lubangnya.

Situs Ai Renung berada di 3 titik lokasi. Lokasi pertama memiliki 4 situs dengan relief berbentuk manusia dan buaya. Situs kedua berupa sarkopagus dengan cungkup lengkap. Posisinya lebih tinggi dari situs yang lain dengan model yang khas. Hal ini boleh dimaknai tempatnya lebih terhormat disbanding situs lainnya. Sedangkan 1 situs dilokasi ketiga berupa batu besar setinggi 1 meter.

Menurut peneliti dari prancis yang pernah melakukan penelitian terhadap situs Ai Renung, memperkirakan situs ini berusia sekitar 4000 tahun yang lalu, dan diyakini sebagai salah satu situs tertua didunia.

 

Baca Juga :


RABORAN

                Situs Raboran berada di bukit Raboran Desa Sebasang, Moyo Hulu. Sekitar 30 km dari Sumbawa Besar. Dari Sebasang anda bisa mengikuti jalan tani hingga sampai ditujuan menempuh waktu 1 jam perjalanan. Situs ini berupa sarkopagus kuburan batu 2 buah. Tidak ada relief ataupun penutup kuburan (cungkup).

TARAKIN

                Berada di Dusun Kuang Amo Desa Sempe, Moyo Hulu. Berjarak sekitar 40 km dari kota Sumbawa Besar.  Digunung Tarakin terdapat 7 situs di 2 lokasi. Berupa lempengan batu persegi. Lokasi  pertama terdapat 6 situs. Pada reliefnya menggambarkan manusia,dan binatang seperti rusa dan anjing. Kondisinya sangat sudah tidak berbentuk karena dirusak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Lokasi kedua yang berjarak sekitar 1 km dari lokasi pertama terdapat 1 situs menggambarkan relief rusa dan anjing.

Masih menurut masyarakat setempat, disekitar itu juga terdapat situs berupa lempengan batu dengan relief kaligrafi  arab, namun keberadaannya belum pernah ekspose karena masyarakat sekitar masih belum ingin mempublikasikannya dengan alasan tak ingin ada oknum yang tidak bertangggungjawab yang nantinya merusak atau mencuri benda purbakala tersebut.

LUTUK PETI

                Dipegunungan lainnya yang berada satu kawasan dengan gunung Tarakin terdapat situs Lutuk Peti. Berupa sarkopagus kuburan jaman megalitikum. Reliefnya  masih jelas menggambarkan wajah manusia. Mirip dengan situs yang ada di Temang Dongan dan Ai Renung.

Selain situs diatas juga masih banyak situs lainnya yang belum pernah diekspose seperti situs Kalimango, Batu Tata dll. Bahkan tidak tertutup kemungkinan masih banyak situs lainnya yang belum terjamah dan ditemukan. Hal ini menjadi tantangan bagi siapa saja terutama bagi arkeolog maupun adventurer yang tertarik dengan keberadaan situs megalitikum di Sumbawa. Seharusnya pemerintah bersama masyarakat perlu untuk lebih peduli terhadap keberadaan situs purbakala ini sebagai warisan budaya yang harus dijaga dan lestarikan. () -01



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan