logoblog

Cari

Bulan Ramadhan Makam Sultan Banyak Dikunjungi

Bulan Ramadhan Makam Sultan Banyak Dikunjungi

Pada bulan Ramadhan sekarang ini di Kota Bima banyak orang yang mengunjungi berbagai tempat bukan untuk berwisata melainkan untuk ziarah. Hal

Wisata Sejarah

KM Samparaja
Oleh KM Samparaja
01 Juli, 2015 08:05:54
Wisata Sejarah
Komentar: 0
Dibaca: 20604 Kali

Pada bulan Ramadhan sekarang ini di Kota Bima banyak orang yang mengunjungi berbagai tempat bukan untuk berwisata melainkan untuk ziarah. Hal ini dikarenakan kota yang dikenal sebagai banyak terdapat makam-makam Mubaligh dan Para Raja ini merupakan kota yang erat kaitannya dengan pergerakan Islam di Pulau Sumbawa. Salah satu tempat yang bisa anda kunjungi untuk itu adalah Makam Sultan Abdul Kahir di Dana Taraha.

Sultan Abdul Kahir merupakan Raja Bima pertama yang memeluk Islam, beliau pertama kali mengucapkan dua kalimata Syahadat masuk Islam yaitu pada tahun 1620 Masehi yang bertempat Raba Parapi Sape bersama para pengikutnya. Saat itu beliau adalah buronan dari pamannya Raja Salisi yang ingin membunuhnya agar kekuasaan Kerajaan Bima jatuh pada dia (Raja Salisi).

Sultan Abdul Kahir belajar ilmu agama di tanah Sulawesi yaitu di kerajaan Gowa, yang dimana di ajarkan oleh kedua gurunya yaitu Datu Di Tiro dan Datu Ri Bandang. Kedua gurunya ini merupakan ulama yang berasal dari tanah Sumatera.

Tahun 1640 Sultan Abdul Kahir dan kedua gurunya pulang ketanah Bima untuk melengserkan kekuasaan Raja Salisi kemudian mendeklarasikan kerajaan Bima sebagai Kesultanan yang berasas kan Islam.

 

Baca Juga :


Saking kuatnya pengaruh Sultan Abdul Kahir, hingga sekarang makam beliau sangat di hormati oleh masyarakat Bima. apalagi sekarang bulan Ramadhan banyak pengunjung makam yang berziarah. Bukan hanya makam Sultan Abdul Kahir yang terdapat di komplek pemakaman tersebut juga makam dari Putra Mahkota Abdul Kahir II dan Sultan Bima Ferry Zulkarnain di makam di sana.

Makam Sultan Abdul kahir di  tandai dengan sebuah kubah dan kini mendapat status sebagai bangunan cagar budaya di Bima. Anda tidak dipungut biaya untuk berkunjung ke tempat ini, namun harus selalu menjaga kesopanan dan kebersihan selama berkunjung. [] - 05



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan