logoblog

Cari

Tutup Iklan

Wisata Adat di Sembalun

Wisata Adat di Sembalun

Sembalun tidak hanya dikenal sebagai wilayah yang mempersembahkan pesona alam pegunungan yang indah. Sembalun pun memiliki cuaca yang lumayan dingin, sehingga

Wisata Sejarah

Wisata Adat di Sembalun

Wisata Adat di Sembalun

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
28 November, 2015 20:09:14
Wisata Sejarah
Komentar: 0
Dibaca: 3688 Kali

Sembalun tidak hanya dikenal sebagai wilayah yang mempersembahkan pesona alam pegunungan yang indah. Sembalun pun memiliki cuaca yang lumayan dingin, sehingga tempat ini ramai dikunjungi oleh orang-orang. Selain itu, Sembalun pun juga terkenal dengan rumah adat tradisional dan situs-situs budayanya.

H. Abdul Rahman selaku toko adat dan agama Sembalun mengatakan bahwa Sembalun berasal dari dua kata, yaitu Sembah dan Ulun. Artinya bahwa peradaban pertama atau masyarakat pertama di Lombok. Arti lainnya adalah menyembah kepada yang di atas, pimpinan, atau sembah berjamaah.

Terkait dengan rujukan di atas, H. Abdul Rahman menjelaskan bahwa masyarakat Sembalun merupakan masyarakat pendatang dari Persia, India dan Paqsai, yang mana datang pada abad ke-7. Namun pada saat ini di Sembalun, terjadi pembauran antara Suku Sulawesi, Suku Jawa, Suku Bali dan Suku dari Sumatera dan membentuk suatu kebersamaan atau disebut “hidup sasak”.

Sembalun sebagai peradaban pertama atau masyarakat pertama, yang mana terbukti ketika ditemukannya beberapa rumah adat tradisonal di Sembalun. Misalnya di Sembalun Lawang ditemukan  Rumah Adat Desa Beleq, Rumah Adat Ketapahan, Rumah adat Montong Mentagi. Keunikan dari rumah-rumah adat yang ada di Sembalun Lawang tersebut adalah masih mampu bertahan secara fisik dalam kurung waktu ribuan tahun. Selain itu, rumah adat tersebut memiliki situs-situs budaya yang masih dipertahankan oleh masyarakat setempat.

Selain di Sembalun Lawang, di Sembalun Bumbung pun kita dapat menemukan komplek rumah adat tradisonal. Rumah adat yang ada di Sembalun Bumbung ini dapat dikunjungi pada setiap harinya. Selain itu, pihak petugas rumah adat di tempat ini memberikan kesempatan kepada siapa saja yang mau berkunjung.

Bentuk arsitek rumah adat yang ada di Sembalun Bumbung adalah memiliki  atap yang bahannya terbuat dari jerami (daun Ilalang) dan dindingnya terbuat dari anyaman bambu (bedek). Ada pun lantainya dirancang khusus dengan mengikuti bangunan dulu, yaitu  dengan mempergunakan tanah liat yang dicampur dengan kotoran sapi dan abu jerami. Campuran tanah liat dan kotoran sapi membuat lantai tanah mengeras seperti semen.

Rumah adat tradisional yang terdapat di Sembalun, baik yang terdapat di Sembalun Lawang, maupun yang terdapat di Sembalun Bumbung hanya terdiri dari satu pintu, itu pun ukurannya pendek dan kecil. Dalam makna filosofi hidup, pintunya sengaja dibentuk dengan ukuran kecil karena jika seseorang yang akan  masuk ke dalam rumah adat ini harus menunduk. Hal tersebut mengajarkan kita untuk selalu melihat ke bawah, rendah hati, sopan, dan lain sebagainya.

Baca Juga :


Di sisi lain, di kawasan adat ini, juga  terdapat sebuah makam tua. Menurut H. Abdul Rahman bahwa makam adat tua itu adalah milik dari seorang ulama besar yang datang dari jauh, dan beliau adalah sebagai orang yang  pertama kali menyebarkan ajaran Islam di desa Sembalun. Makam tua ini disebut “Makam Reban Bande”. Akan tetapi, jika dicermati dengan baik, makam tersebut sangat berbeda dengan makam pada umumnya karena lebih terlihat seperti bekas telapak kaki. Bekas telapak kaki tersebut ditandai dengan susunan batu yang berbentuk lingkaran.

Rumah adat yang ada di Sembalun masih terjaga dan dilestarikan sampai sekarang. Apalagi rumah adat tersebut  masih selalu dipergunakan oleh masyarakat setempat sebagai tempat untuk menyelenggarakan upacara adat, seperti  ritual memanggil hujan. Begitu pun juga pada kegiatan lain yang berkaitan dengan acara penghormatan pada alam semesta. Acara adat tentang penghormatan pada alam semesta, yang mana orang Sembalun menyebutnya sebagai “Ngayu-ngayu”. () 05
 

       

 

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan