logoblog

Cari

Tutup Iklan

Ama Hami Dalam Bingkai Sejarah

Ama Hami Dalam Bingkai Sejarah

(KM.Sarangge) Pantai Ama Hami dan sekitarnya kini menjadi primadona setiap orang. Pantai yang berada di pintu masuk kota Bima itu kini

Wisata Sejarah

KM. Sarangge
Oleh KM. Sarangge
24 Mei, 2016 17:32:50
Wisata Sejarah
Komentar: 1
Dibaca: 69555 Kali

(KM.Sarangge) Pantai Ama Hami dan sekitarnya kini menjadi primadona setiap orang. Pantai yang berada di pintu masuk kota Bima itu kini terus dipoles dan diisi dengan berbagai macam aneka dagangan mulai dari makanan khas Bima hingga menu masakan nusantara lainnya. Ketika senja tiba, para pedangang makanan dan minuman mulai membuka dan menata aneka dagangannya.Dan di saat yang bersamaan lalu lalang kendaraan mulai memadati jalan di sepanjang pantai itu.

Tua muda dan terutama muda mudi sudah banyak yang nongkrong di pinggir-pinggir pantai dan di tarpal-tarpal sederhana yang disiapkan para pedangang. Semakin senja, geliat dan akifitas di Ama Hami semakin meningkat hingga memasuki dekapan malam. Menikmati suasana senja dan malam hari di Ama Hami adalah pilihan yang mengasyikkan bagi warga kota Bima. Apalagi menikmati malam purnama bersama semilir angin pantai yang lembut.

Kurun waktu lima tahun terakhir, pantai Ama Hami terus ditata. Taman-taman dibuat dan ditanami aneka bunga. Pantai direklamasi dan dibangun dermaga serta tempat-tempat duduk di sepanjang jalur Ama Hami hingga Lawata. Lampu-lampu jalan dipasang menghiasi sudut-sudut jalan di sepanjang Lawata, Ama Hami hingga memasuki Kota Bima. Ama Hami kini adalah salah satu icon kota Bima. Geliat usaha dan pesonanya mengundang rasa dan keinginan untuk berkunjung dan menikmati keindahan suasananya.

Nama pantai ini sebenarnya adalah Lewi Sepi. Beberapa warga juga  juga yang mengatakan bahwa rangkaian pantai di sisi timur teluk Bima ini bernama Dewa Sepi. Hal ini ada kaitannya dengan sejarah kedatangan Raja Indra Zamrut, raja Bima pertama yang memerintah pada awal abad 14. sumber lain menceritakan bahwa di pantai ini dihuni oleh satu keluarga yang bernama Kanti.

Kanti mempunyai seorang putera yang bernama Abdul Hamid. Sudah menjadi kebiasaan masyarakat Bima, bahwa nama bapaknya sering dipanggil dengan nama anaknya. Misalnya Kanti sudah akrab disapa Ama Hami. Lama kelamaan, Ama Hami terus menjadi kata yang akrab di bibir warga.

 

Baca Juga :


Ama Hami dan keluarganya terus mendiami kawasan pantai ini  sampai era tahun 70 an. Ada sekitar lebih dari 10 rumah panggung yang terdapat di pinggir pantai itu. Semuanya adalah keluarga Ama Hami mulai dari anak, menantu, serta cucu dan buyutnya.

Pada masa Bupati Bima H. Oemar Harun, Bsc Ama Hami terus dibujuk untuk mengosongkan areal pantai itu dan diberikan fasilitas tanah di sekitar kelurahan Dara kota Bima. Awalnya ama Hami dan keluarganya menolak re-lokasi itu. Namun setelah beberapa kali dilakukan negosiasi oleh Pemerintah Daerah, Ama Hami pun menerima tawaran re-lokasi. Sejak saat itu Ama Hami pindah ke kampung Dara dan nama Ama Hami diabadikan untuk nama pantai di sepanjang Lawata hingga memasuki Kota Bima.(alan) - 05



 
KM. Sarangge

KM. Sarangge

Pelopor Kampung Media di Kota Bima. Menyuguhkan Informasi Kampung Yang Tak Kampungan. Ketua Komunitas Dedy Kurniawan.

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    22 Juli, 2015

    sungguh merupakan polesan yang luar biasa, baik polesan fisik di Ama Hami maupun polesan kata penulis. salut buat KM. Sarangge.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan