logoblog

Cari

Kalodu, Masjid Tertua di Bima

Kalodu, Masjid Tertua di Bima

Berbagai  masjid tersebar di belahan tanah Bima ini. Di antara semuanya, Masjid Kalodu di Karumbu dikatakan menjadi yang tertua. Manuru Suntu

Wisata Sejarah

KM rasanaebarat
Oleh KM rasanaebarat
24 September, 2016 09:19:18
Wisata Sejarah
Komentar: 0
Dibaca: 82544 Kali

Berbagai  masjid tersebar di belahan tanah Bima ini. Di antara semuanya, Masjid Kalodu di Karumbu dikatakan menjadi yang tertua. Manuru Suntu dan Abdul Kahir meletakkan batu pertama pada abad ke-17 masehi. Membangun Masjid Kalodu sebagai pusat pengajaran Islam kala itu hingga 2005 diernovasi dan masih berdiri kokoh sampai sekarang.

Masjid Kalodu memang punya sejarah panjang sejak zaman masuknya Islam di tanah Bima, namun ada dua pendapat masjid pertama dalam sejarah Islam di Bima yaitu Langgar Kuno Melayu yang di percaya di bangun tahun 1604 M.

Jika berkunjung ke Kalodu, cobalah bertolak ke arah gerbang barat sekitar 5 meter dari Masjid Kalodu. Tak banyak wisatawan yang sadar, mereka dapat melihat pohon hujan, dikala siang hari pohon ini mengeluarkan semprotan air pada sela-sela daunnya, menarik bukan.

Untuk menuju Kalodu, dari Kota Bima terlebih dahulu kita menuju Karumbu, setelah dari situ kemudian tinggal mengikuti papan info jalan yang memberitahukan arah menuju Kalodu. Jarak Karumbu dan Kalodu mencapai kurang lebih 2 kilo. Petualangan seru akan anda alami apalagi memakai motor yang memadai medan pegunungan.  

Sangat mudah untuk menemukan Masjid ini, karena posisinya yang berada tepat dipinggir kiri jalan. Dan sebelah masjid terdapat satu desa yaitu desa Kamina.

Sejarah Masjid Kalodu, yang pembangunannya rampung pada tahun 1620 masehi, yang dibangun oleh Manuru Suntu dan dibantu masyarakat Kamina, bersama empat mubaligh dari sulawesi, yang datang untuk menyiarkan agama Islam, Masjid tersebut menjadi tempat pengenalan dan ajaran agama Islam kala itu.

 

Baca Juga :


Karena usia yang sudah uzur, masjid ini dibangun ulang tahun 2001. Pada 2005 Masjid Kalodua kembali dipugar dan diperbesar. Pemerintah setempat memugar untuk membangun kembali masjid tertua di Bima ini.

Selain area untuk salat, terdapat pula tempat untuk rehat dan beristirahat. Wisatawan tak perlu kuatir kalau pergi ke sini, mata akan di manjakan oleh pemandangan alam yang sangat indah. Suasana tenang dan hening dan ditemani kicauan burung sangat baik untuk bersantai, melupakan hiruk pikuk suasana kota. [] - 05



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan