Cari

Tutup Iklan

Wisata Sejarah Desa Pengadangan

Wisata Sejarah Desa Pengadangan

PENELUSURAN SEJARAH DI DESA PENGADANGAN KM. MASBAGIK. Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela. Pulau Lombok mulai terkenal dengan berbagai lokasi wisata sejarahnya. Hal itu

Wisata Sejarah

Wisata Sejarah Desa Pengadangan

Wisata Sejarah Desa Pengadangan

Wisata Sejarah Desa Pengadangan

KM Masbagik
Oleh KM Masbagik
26 Desember, 2016 07:48:15
Wisata Sejarah
Komentar: 0
Dibaca: 7784 Kali

PENELUSURAN SEJARAH DI DESA PENGADANGAN

KM. MASBAGIK. Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela. Pulau Lombok mulai terkenal dengan berbagai lokasi wisata sejarahnya. Hal itu ditandai dengan ditunjuk Kuri Dalem Selaparang sebagai rumah peradaban di Pulau Lombok. Terkait dengan masih banyaknya peninggalan yang belum diketahui, maka pihak Kuri Dalem Selaparang akan mendata tempat-tempat yang memiliki benda bersejarah yang berada di sekitar Pulau Lombok khususnya yang berkaitan dengan trah Selaparang.

Wilayah pengadangan yang berada di administratif Kecamatan Pringgasela ternyata memiliki banyak sekali peninggalan sejarah mulai makam-makam para leluhur, benda-benda berupa keris, tombak, kain sesek, rompi, Al-Qur’an dan banyak lagi yang lainnya. Hal inilah yang melatar belakangi penulis beserta kawan-kawan remaja untuk menjelajahi berbagai peninggalan yang ada di Desa Pengadangan. Ditemani oleh salah satu keturunan dan tokoh masyarakat dari Pengadangan kami pun mulai berangkat dari Desa Lendang Nangka kemudian menjelajah.

Lokasi pertama yang kami datangi yaitu melihat pondasi masjid kedua yang ada di Desa Pengadangan setelah itu lanjut ke Makam Sri Ketip Menganti atau Lebe Sandar yang merupakan keturunan tertua yang ada di wilayah tersebut. Setelah berdzikir kami pun mendapat penjelasan dari tokoh adat bahwa hampir semua makam yang ada di wilayah itu telah disantek. Santek  merupakan prosesi penghormatan warga masyarakt terhadap orang yang sudah meninggal dengan cara meninggikan kuburnya dengan menggunakan pecahan-pecahan batu hitam yag ditumpukkan secara rapi dan tersusun. Satu kuburan bisa mencapai 12 orang jenazah bahkan lebih tergantung dari jumlah keluarga yang lebih dahulu dikuburkan. Perjalanan selanjutnya menyusuri makam Demung Astana dan Demung Wacana, Makam Sri Ketip Menggala (tokoh yang menyebarkan atau menyempurnakan syariat), makam Raden Kusumajati, makam Raden Kertajagat, Makam Jero Bulet (tokoh penyebar agama kebatinan), makam Patih Sangapati, dan makam Patih Sandubaya yang dikuburkan bersama kudanya. 

Baca Juga :


Insya Allah dalam penjelajahan selanjutnya penulis akan lebih khusus memaparkan tentang budaya nyanteq. Karena pada penulusuran kemarin, penulis hanya diajak untuk berkeliling untuk melihat makam leluhur warga Pengadangan saja. Namun untuk benda lain dan prosesi serta berbagai cerita lainnya belum penulis dapatkan terkait kendala waktu yang sangat mepet. Semoga artikel singkat ini bisa menjadi penambah khazanah pengetahuan kita bersama. Salam pergerakan dari kampung.

By_Andre D’Jails () -01



 
KM Masbagik

KM Masbagik

Nama: Andre Kurniawan, S. Pd. TTL: Kesik, 01 April 1990. Alamat: Desa Kesik Kecamatan Masbagik. Pekerjaan: Swasta. No. HP: 081917791130. Email: Andrejail17@yahoo.com.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 

 

image
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan