logoblog

Cari

Tutup Iklan

Wisata Rumah Adat Dusun Beburung

Wisata Rumah Adat Dusun Beburung

KM. Sukamulia – Apa kabar kawan ngtryp, rasanya sudah lama kita tidak bertukar informasi mengenai objek wisata di seputaran pulau Lombok.

Wisata Sejarah

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
22 Desember, 2017 23:25:46
Wisata Sejarah
Komentar: 0
Dibaca: 26891 Kali

KM. Sukamulia – Apa kabar kawan ngtryp, rasanya sudah lama kita tidak bertukar informasi mengenai objek wisata di seputaran pulau Lombok. Nahhhh, kali ini kami akan menginformasikan kepada kawan ngtryp dan seluruh pencinta Wisata Lombok mengenai sebuah objek wisata sejarah dan budaya Lombok yang kemungkinan besar anda sekalian belum mengetahui dan belum pernah mengunjunginya. Objek yang kami maksud adalah Kompleks Rumah Adat Dusun Beburung Desa Madayin Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Rumah Adat Dusun Beburung merupakan salah satu peninggalan sejarah budaya masyarakat Desa Madayin yang hingga saat ini masih dipelihara dan dijadikan oleh warga setempat serta dijadikan sebagai pusat pelaksanaan kegiatan adat istiadat masyarakat Desa Madayin Kecamatan Sambelia. Selain dijadikan sebagai pusat pelaksanaan tradisi adat, Kompleks Rumah Tradisional ini juga dijadikan sebagai salah satu objek wisata sejarah dan budaya yang kerap dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah.

Rumah Adat ini berda di tengah-tengah perkampungan masyarakat Dusun Beburung dan dipelihara oleh Amaq Lokaq Dusun Beburung (Ketua Adat setempat). Sebagai salah satu peninggalan sejarah budaya maka warag Desa madayin tertarik untuk membangunnya kembali dan menatanya menjadi salah satu destinasi wisata di desa tersebut.

Komplesk Rumah Adat Dusun Beburung terdiri dari 15 belas unit rumah adat yang konstruksinya menggunakan arsitektur tradisional masyarakat Sasak. Rumah Adat Dusun Beburung menggunakan Konstruksi Arsitektur Bale Mengina. Bentuknya agak berbeda dengan konstruksi Rumah Adat Desa Beleq Sembalun yang dimana kompleks Rumah Adat tersebut menggunakan Konstruksi Arsitektur Bale Gunung Rata.

Semua rumah di komplesk ini menggunakan konstruksi arsitektur tradisional Bale Mengina (Arsitektur Rumah Tradisional tertua masyarakat Sasak). Pondasi rumahnya terbuat dari bahan tanah liat dan pada setiap pinggirnya ditata batu sebagai penguatnya. Pondasinya berketinggian 30 cm. Pagarnya terbuat dari anyaman bambu yang agak kasar (pager bide) dan atapnya terbuat dari bahan daun ilalang (atep re), serta bagian atap serambi depan disanggah menggunakan tinag kayu. Sketsa lokasi kompleks Rumah Adat ini tertata dengan rapi dimana setiap rumah berhadap-hadapan dan di tengahnya didirikan sebuah Berugaq Bertiang Enam (Sekenem: bahasa Setempat).

 

Baca Juga :


Dari ke lima belas unit Rumah Adat tersebut hanya ada 4 unit yang masih dalam keadaan baik dan selainnya sudah rusak sehingga memerlukan renovasi dan rekonstruksi ulang serta penataan sehingga objek ini bisa terkemas dengan baik agar pengunjung tertarik untuk melakukan kunjungan wisata ke objek dimaksud. Terkait dengan hal itu, masyarakat Desa Madayin berkeinginan untuk merekonstruksinya kembali dan akan mengelolanya sebagai salah satu destinasi wisata sejarah budaya desa tersebut.

Runah Adat Dusun Beburung berada sekitar 300 meter dari badan jalan raya Sambelia - Semablun sehingga pengunjung tidak terlalu sulit untuk menemukannya. Gang menuju Rumah Adat ini merupakan jalan rabat beton sehingga insyallah pengunjung nyaman melakukan perjalanan melalui gang dimaksud, baik dengan berjalan kaki ataupun dengan kendaraan roda dua dan roda empat.

_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan