logoblog

Cari

Tutup Iklan

Tradisi Taji Tuta-ntumbu (adu Kepala)

Tradisi Taji Tuta-ntumbu (adu Kepala)

KM TNC. Adu Kepala adalah salah satu dari beberapa kekayaan seni dan budaya yang layak anda tonton. Ntumbu atau pertunjukan adu

Wisata Sejarah

KM. Tembe Nggoli
Oleh KM. Tembe Nggoli
04 Januari, 2018 09:44:25
Wisata Sejarah
Komentar: 0
Dibaca: 30574 Kali

KM TNC. Adu Kepala adalah salah satu dari beberapa kekayaan seni dan budaya yang layak anda tonton. Ntumbu atau pertunjukan adu kepala, Tari Manca (adu pedang) dan Buja Kadanda (adu tombak serta pedang).

Untuk dapat melihat sebagian dari kekayaan itu, Anda harus mendatangi beberapa desa yang penduduknya masih bisa atau menguasai proses pelaksanaan adu kepala dan tarian dengan senjata tajam. Datanglah ke Desa Maria, Kecamatan Wawo. Sekitar satu jam perjalanan dari pusat Kota Bima ke arah timur. Bicaralah dengan Kepala Desa, karena untuk melaksanakan tarian itu, harus mengerahkan cukup banyak penduduk. Soal biaya bisa dirundingkan. Kira-kira sekitar Rp. 1 – 2 juta, tergantung lama pertunjukkan yang pastinya akan dilaksanakan di halaman lumbung khas Masyarakat Bima.

Bunyi benturan dua kepala, dipastikan membuat ngilu penonton. Tapi dua orang pemilik kepala yang diadu tenang-tenang saja. ”Jangan khawatir, tidak akan ada yang terluka, semuanya masih bugar. Boleh coba, jangan takut, pasti tidak akan sakit,” tutur Sulaeman Hemon, 64 tahun, juru mantra Desa Maria kepada penonton.

Di sinilah kuncinya. Sebelum atraksi, Sulaeman membaca mantra sambil membawa air putih. Beberapa orang yang akan mengadu kepala ikut komat-kamit. Lalu, mereka mengusapkan air putih tadi ke kepala, dahi, kemudian meminumnya. Mantrapun bekerja. Setelah mengambil ancang-ancang, mereka saling seruduk dan mengaku tidak merasakan apa-apa.

Adu kepala atau Ntumbu merupakan kesenian yang dulu sering dimainkan di setiap pesta dan ritual adat. Selain Ntumbu ada juga Tari Manca dan Buja Kadanda. Dua tarian ini juga menggunakan mantra. Pasalnya, dalam tarian itu terjadi saling serang dengan menggunakan pedang dan tombak betulan.

 

Baca Juga :


Memeriahkan suasana, setiap ritual kesenian diiringi musik khas Bima, utamanya lewat Tabuhan Gendang dan Tiupan ”Silu” (alat musik tiup semacam terompet yang terbuat dari daun lontar). Meriah, penuh warna, mengandung unsur magic, tapi tidak menakutkan.

Tertarik? Datanglah dan ikuti petualangannya. Anda bisa kok melakukan sendiri adu kepala tersebut.

Selain itu melalui komunitas pencinta seni dan budaya kegiatan ntumbu rutin dilaksanakan pada bulan oktober/november dan pada tahun 2017 sukses dilaksanakan festival lengge wawo Bima dan salah satu antraksi yang ditampilkan adalah seni beladiri ntumbu (adu kepala) menjadi festival tahunan kab Bima. Alamsyah



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan