logoblog

Cari

Tutup Iklan

Sape Sang Fajar

Sape Sang Fajar

Jumat siang tanggal 12 Oktober 2018, saya menyempatkan waktu menunaikan shalat jumat di masjid Bahrul Hairat desa Bugis kecamatan Sape. Usai

Wisata Sejarah

alan malingi
Oleh alan malingi
18 Oktober, 2018 07:56:06
Wisata Sejarah
Komentar: 0
Dibaca: 1088 Kali

Jumat siang tanggal 12 Oktober 2018, saya menyempatkan waktu menunaikan shalat jumat di masjid Bahrul Hairat desa Bugis kecamatan Sape. Usai shalat jumat saya mencoba melayangkan angan ke masa silam sembari menikmati semilir angin teluk Sape dan aktivitas nelayan di pelabuhan Sape.

Abad ke 17, Sape merupakan pintu gerbamg masuknya agama Islam di tanah Bima Nun di sebelah utara ada bukit Nanga Nur atau Naga Nuri yang menjadi saksi sejarah kedatangan para mubaliq dari Sulawesi yang menyebarkan agama islam. Di Lambu ada Temba Romba, makam mubaliq di Sori Jo dan bahkan menurut warga Nggelu, para mubaliq pun ada yang berlabuh di di teluk Nggelu.

Bo kerajaan Bima berturut turut mencatat kedatangan para mubaliq mulai dari tahun 1609,1611, hingga 1640 M. Peninggalan tertulis dari para mubaliq juga masih ada yaitu kitab Guru Bura. Ada juga kitab Nurul Mubin( tetapi masih perlu ditelusuri).

Raba Parapi Sape, desa Sari dan sekitarnya sesungguhnya menyimpan jejak jejak peradaban masuk dan berkembangnya islam di tanah Bima. Raba Parapi adalah tempat bersejarah dimana Abdul Kahir mengucapkan dua kalimat syahadat bersama pengikutnya.

 

Baca Juga :


Semoga Sape tetap terus menjadi Fajar peradaban Islam di tanah Bima.



 
alan malingi

alan malingi

blogger dan penulis asal Bima-NTB. Kontak : 08123734986-0811390858. Kunjungi juga www.bimasumbawa.com dan www.alanmalingi.wordpress.com.Facebook, WA, Twitter dan Instagram Alan Malingi.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan