logoblog

Cari

Tutup Iklan

Sejarah Pundu Nence

Sejarah Pundu Nence

(KM.Makembo ) Hingga kini, puncak Pundu Nence yang berada di ujung timur kelurahan Lelamase Kota Bima masih menjadi surga bagi para

Wisata Sejarah

KM. Makembo
Oleh KM. Makembo
05 November, 2018 07:56:54
Wisata Sejarah
Komentar: 0
Dibaca: 425 Kali

(KM.Makembo ) Hingga kini, puncak Pundu Nence yang berada di ujung timur kelurahan Lelamase Kota Bima masih menjadi surga bagi para petualang dan pendaki yang ingin bercengkarama dengan kesyahduan dan keindahannya. Dari Punce( singkatan dari Pundu Nence) mata menyapu semua wajah Bima hingga Sang Ancala Sangyang pun seperti berdiri sejajar dengan kita di puncak Punce ini. Saya tidak menjelaskan tentang berapa ketinggian dan bagaimana mencapai Punce, karena para petualang dan pendaki sudah banyak menulis tentang hal ini dan event kebut Punce sudah mulai bergema kemana mana.

Di Punce ada meriam, ada cobek dari batu dan beberapa perkakas dari batu serta batu bersusun serta tertata rapi. Banyak kalangan yang memprediksi bahwa di masa lalu ada kehidupan yang perlu digali untuk sejarah tanah Bima. Mustamin ( 70 tahun) warga dusun Kabanta menjelaskan bahwa orang orang Kabanta berasal dari kampung yang dulu ada di Punce yaitu kampung Kuta atau Pagar Watu. " Orang - orang kampung Kuta yang berada sebelum Nungga berasal dari sana." Jelas Mustamin. Kuta dalam bahasa Jawa Kuno berarti Pagar. Kuta juga berarti pagar dalam bahasa Bima. Pagar Watu adalah pagar Batu. Watu adalah Batu.

Hal senada juga diceritakan oleh M.Said Nurdin( 74 tahun) Ketua Sanggar Seni Oi Besi kelurahan Lelamase. Di Sebelah timur Punce terdapat tempat yang disebut Toho Roa. Tempat ini adalah semacam peristirahatan yang berjarak setengah kilo dari Punce. Ada juga padang rumput yang rata yang disebut Rata Naru. Berkaitan dengan keberadaan meriam, M.Said Nurdin menjelaskan bahwa Meriam itu adalah peninggalan Portugis. Meriam yang sebelah timur bernama Ruma Dewa, yang tengah bernama Palu Ale dan yang sebelah barat bernama Nggali Nggoma. Nah, nama Nggali Nggoma ini sama dengan nama meriam yang ada di benteng Asa Kota.

" zaman itu dikenal dengan zaman ngemo dan gaib. Zaman lampa ndai na wadu, lampa ndaina haju. " Cerita M.Said Nurdin. Zaman ngemo adalah zaman terbang, dengan kekuatan gaib benda benda bisa terbang. Zaman itu batu dan kayu pun bisa berjalan. Cerita yang sama juga saya dapatkan dari penjaga dan warga di sekitar benteng Asa Kota bahwa batu yang tersusun rapi di nisa soma (lokasi benteng asa kota) itu bisa terbang dan berjalan sendiri.

Jika tutur masyarakat memberikan petunjuk bahwa di Punce pernah ada kehidupan, lalu siapa sebenarnya peminpin kehidupan yang masih gaib dan misteri sampai hari ini?. M.Said Nurdin menyebut kampung di punce dibangun oleh Ruma Ma Tureli Nggampo. Pemimpinnya adalah Rato Ara. Nama Rato Ara juga disebut oleh Mustamin, warga Kabanta.

Siapakah Rato Ara? dalam silsilah kerajaan Bima, Rato Ara adalah Putera dari Tureli Nggampo Bilmana, perdana menteri kerajaan Bima pada masa Raja Manggampo Donggo yang mengantarkan kerajaan Bima menjadi kerjaaan yang tersohor di nusantara timur.

 

Baca Juga :


Bilmana memiliki dua putera yaitu La Mbila dan La Ara. Keduanya dititahkan sang ayah untuk melakukan ekspansi wilayah kerajaan hingga ke Sumba, Alor dan Solor. Upaya itu berhasil dan Bima memiliki kekuasaan wilayah hingga alor dan Solor. La Mbila akhirnya dijuluki Ma Kapiri Solor atau yang menaklukan Solor. Rupanya La Ara tidak tertarik dalam kekuasaan. Ia lebih tertarik menjadi pertapa. Dalam pohon silsilah raja Bima naskah Abdullah Achmad, BA dengan judul Kerajaan Bima dan Keberadaannya diberi keterangan bahwa Rato Ara yang bertapa di Pundu Nence. Rato Ara adalah pemuka Agama. Tidak dijelaskan apa agama yang dianut saat itu. Kemungkinan agama yang dianut saat itu bukanlah Hindu , tetapi ajaran Makamba Makimbi.

Antara keberadaan perkakas kehidupan, meriam, batu bersusun, keterangan Mustamin dan M.Said Nurdin serta keterangan dalam pohon silsilah kerajaan Bina, misteri kehidupan di Punce sedikit terkuak. Mudah mudahan kupasan ini menjadi infornasi awal bagi para peneliti selanjutnya, atau ada temuan lain yang lebih jelas dan berbeda dari kupasan ini.

Tulisan ini sekedar mencoba menguak misteri tentang keberadaan benda benda dan perkakas kehidupan di Punce yang banyak ditanyakan oleh para pendaki dan para petualang. Semoga dapat menjadi tambahan informasi tentang kebudayaan Mbojo.

Sumber : Facebook Alan Malingi



 
KM. Makembo

KM. Makembo

Pemimpin/Penanggungjawab : Ruslan. S.Sos ( Alan Malingi ) Bidang Pubdok/Kampung Media Ketua : Rahmat Hidayatullah Wakil Ketua : Dedy Kurniawan Sekretaris : Badrunsyah

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan