logoblog

Cari

Tutup Iklan

Ada Masjid Serupa Klenteng Di Lombok

Ada Masjid Serupa Klenteng Di Lombok

Sebuah Masjid dengan arsitektur unik menjadi pusat perhatian bagi siapa pun yang berkunjung ke Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Wisata Sejarah

Putri Arifatul Fajriyah
Oleh Putri Arifatul Fajriyah
06 November, 2018 07:45:08
Wisata Sejarah
Komentar: 0
Dibaca: 663 Kali

Sebuah Masjid dengan arsitektur unik menjadi pusat perhatian bagi siapa pun yang berkunjung ke Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Masjid yang bernama Al-Ridwan tersebut merupakan Masjid pertama di Lombok yang memiliki arsitektur menyerupai sebuah Klenteng. Para pengunjung pun biasa menyebutnya dengan nama Masjid Klenteng atau Masjid China.

Al-Ridwan didirikan pada tahun 2010 oleh seorang muallaf berdarah asli Tionghoa bernama Ang Thian Kok atau yang kini bernama H. Muhammad Maliki. Menurutnya, pemilihan bentuk arsitektur yang menyerupai Klenteng adalah karena ia menginginkan Masjid dengan bentuk yang berbeda dari Masjid pada umumnya. 

“Awalnya saya membangun masjid tersebut karena memang tempat saya di sana (Desa Pakuan), kebetulan punya tanah di sana. Saya fikir, kok tidak ada tempat ibadah? Nanti kalau kerabat datang, mereka mau ibadah di mana? Kalau dibangun masjid di sana kan, jadi lebih mudah. Ternyata banyak orang tertarik, akhirnya ya biarkan saja sambilan menjadi tempat wisata. Bisa bantu-bantu warga di sana juga,” ucap laki-laki berusia 66 tahun tersebut.

Terdapat cerita menarik di balik pemberian nama Al-Ridwan. H.Muhammad Maliki mengatakan bahwa Masjid tersebut awalnya bernama Masjid Al-Maliki, sesuai namanya. Namun tiga hari setelah pemasangan nama Al-Maliki, ia bermimpi mengikuti lomba mengambil buah kelapa. Setelah berhasil mendapatkan buah kelapa, ia kemudian membelah kelapa tersebut. Setelah dibelah, ternyata di dalamnya terdapat sebuah kertas bertuliskan Al-Ridwan. Ia mengingat bahwa dalam agama Islam, Al-Ridwan merupakan nama malaikat penjaga pintu surga. Ia pun merasa bahwa mimpinya adalah petunjuk untuk mengubah nama masjid berwarna merah tersebut menjadi Al-Ridwan.

Selain tempat melaksanakan ibadah seperti sholat dan mengaji, serta sebagai objek wisata religi, Masjid Al-Ridwan juga digunakan oleh warga setempat untuk melaksanakan kegiatan seperti pernikahan, pengajian,  dan sebagainya.

 

Baca Juga :


Walau belum begitu banyak diketahui orang, namun tetap ada wisatawan yang datang berkunjung, terutama di akhir pekan.

“Masjid ini pas untuk anak-anak zaman sekarang. Sebagai tempat beribadah, sebagai tempat foto-foto,” ucap Ahlus (25), salah satu pengunjung Masjid Al-Ridwan.

H. Muhammad Maliki berharap, dengan adanya Masjid tersebut, semua orang dapat teringat untuk melaksanakan ibadah, bukan sekedar berwisata dan bersenang-senang, namun ada kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan