logoblog

Cari

Maulid Adat Sesait Menunggumu

Maulid Adat Sesait Menunggumu

Tradisi Maulid adat yang ada di Lombok Utara setiap tahun selalu dirayakan. Maulid adat tersebut selalu menyuguhkan berbagai macam perayaan tersendiri

Wisata Sejarah

pauzan basri_jack
Oleh pauzan basri_jack
20 November, 2018 16:12:43
Wisata Sejarah
Komentar: 0
Dibaca: 13005 Kali

Tradisi Maulid adat yang ada di Lombok Utara setiap tahun selalu dirayakan. Maulid adat tersebut selalu menyuguhkan berbagai macam perayaan tersendiri cirikhas dan peninggalan nenek moyang terdahulunya.

Maulid adat desa Sesait Kecamatan Kayangan Lombok Utara kembali mengundang seluruh pecinta budaya dan pecinta adat istiadat. Perayaan maulid adat tersebut dilaksanakan di Masjid Kuno yang ada di Kampu Desa Sesait.

Besok pada hari Rabu tanggal 21 November sampai dengan hari Kamis 22 November adalah puncak dari perayaan Maulid adat Desa Sesait Kecamatan Kayangan Lombok Utara.

Rabu malam atau malam kamis merupakan malam acara perayaan Pereseannya yang bertempat di halaman Masjid Kuno Desa Sesait. Kemudian paginya hari Kamis dilanjutkan dengan perayaan Bisok Beras (Cuci Beras) yang diikuti oleh seluruh jamaah dan masyarakat Desa Sesait Kecamatan Kayangan Lombok Utara. Pemuda dan Pemudi tanpa terkecuali juga orang tua,beriringan membawa beras yang tempati pakai keraro bahasa sasaknya.

Bisok Beras (Cuci beras) pun hanya boleh  dilakukan di Lokok perean yang tempatnya tidak jauh dari perkampungan Masjid Kuno Desa Sesait. Lokok ini kata salah satu mangku adat desa Sesait mengatakan tempat satu-satunya lokok atau sungai untuk dijadikan tempat cuci beras. Karena menurutnya, lokok perean ini dulunya satu-satunya sungai yang ada pada zaman dahulu untuk dijadikan tempat mengambil air untuk membangun Masjid Kuno yang ada di Desa Sesait.

"Lokok perean ini dulu satu-satunya sungai yang ada dan dekat dengan Masjid Kuno yang sekarang. Sehingga disitu tempat mengambil airnya, sampai Masjid Kuno yang ada di Desa Sesait ini bisa jadi,"ungkap Mangku adat Desa Sesait Amaq Marti.

Amaq Marti juga menjelaskan mengapa tradisi peresean dilakukan pada momen perayaan Maulid adat tersebut. Menurutnya peresean dan pemukulan gamelan pada malam maulid adat sesait dilakukan adalah salah satu cara melawan para gerombolan orang bali pada waktu itu. Dan dilakukannya pemukulan gong arau gamelan guna untuk melawan para orang bali pada zaman itu.

"Pemukulan gong atau gamelan, dan peresean pada waktu itu dilakukan guna untuk melawan dan mengusir orang bali, iya agar mereka tidak tinggal disini. Dan orang terdahulu kita buat masjid ditempat ini. Masjid Kuno ini,"tambahnya.

Jika masyarakat di luar desa Sesait atau tamu-tamu undangan ingin mengikuti salah satu perayaan maulid adat di Desa Sesait cukup mudah. Pengunjung tinggal datang dan pakaian adatnya nanti sudah disiapkan di beberapa Salon yang ada di sekitar desa Sesait. Pakaiannya pun lengkap dari baju hingga kainnya. Karena untuk masuk dan mengikuti rangkaian kegiatan maulid adat tersebut harus menggunakan baju atau pakaian adat seperti yang di pakai orang-orang penduduk setempat. []

 

Baca Juga :




 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan