logoblog

Cari

Situs Wadu Nocu Bukti Peninggalan Sejarah Pulau Sumbawa

Situs Wadu Nocu Bukti  Peninggalan Sejarah Pulau Sumbawa

Dompu, KM - Jalan-jalan ke Dompu memang tidak membosankan. Daerah ini menawarkan berbagai spot wisata unik, mulai dari wisata pantai, air

Wisata Sejarah

KM Ncuhi Saneo Woja
Oleh KM Ncuhi Saneo Woja
12 Januari, 2019 09:24:10
Wisata Sejarah
Komentar: 0
Dibaca: 20213 Kali

Dompu, KM - Jalan-jalan ke Dompu memang tidak membosankan. Daerah ini menawarkan berbagai spot wisata unik, mulai dari wisata pantai, air terjun, kuliner hingga wisata sejarah. Salah satunya adalah situs Wadu Nocu yang ada di Desa Saneo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, NTB. 

 Situs ini adalah situs purbakala peninggalan sejarah yang ada di Pulau Sumbawa yang disebut-sebut sebagai bukti keakraban para penguasa wilayah yang ada di Pulau Sumbawa, seperti Ncuhi Saneo (Dompu), Nuchi Donggo (Bima) dan Raja Samawa (Sumbawa). 

Wadu Nocu adalah sebutan lokal daerah Bima dan Dompu yang memiliki arti, Wadu adalah Batu dan Nocu adalah Lesung. Jumlah batu ada tiga, batu pertama milik Ncuhi Saneo Dompu yang posisinya berada di dalam pohon Beringin, batu yang ada di tengah milik Ncuhi Donggo Bima dan satunya lagi milik Raja Samawa Sumbawa. Namun batu milik Raja Samawa ini kondisi telah pecah atau sudah tidak utuh lagi. 
 
Berdasarkan cerita warga setempat, melihat dari posisinya, ketiga batu tersebut berada tepat sejajar dalam satu garis lurus, itu menandakan eratnya hubungan kekeluargaan ketiga penguasa wilayah yang tidak bisa jauh dan saling bahu membahu dalam membantu atau tolong menolong. 

Tidak ada kata penguasa wilayah mana yang paling kuat saat itu. Ini dibuktikan dengan ukuran batu yang sama persis baik tinggi hingga lebarnya. Tinggi ketiga batu ini lebih kurang 1,45 meter dari permukaan tanah, dengan diameter 1,25 meter serta keliling 4,72 meter.

Tidak ada yang mengetahui secara pasti bagaimana batu lesung ini dibuat. Pasalnya, tidak ada corak atau jenis ukiran tertentu yang menandakan sesuatu pada tubuh batu.
 
Menurut cerita warga setempat, sempat terjadi perselisihan atau debat dalam memperebutkan kekayaan pada masa itu antara Ncuhi Saneo dan Ncuhi Donggo Bima. Ncuhi Donggo terkenal dengan wataknya yang keras, dia menginginkan air beserta isi-isinya,  Ncuhi Saneo yang terkenal dengan sabar dan manut hanya diberikan Air dan sedikit isi. 

Sementara Raja Samawa terkenal dengan rakusnya tidak terlalu memikirkan apa yang akan dia dapatkan. Raja Samawa sibuk dengan makanan, itu terbukti dengan pecahnya batu lesung milik Sumbawa karena sering menumbuk makanan. 

 

Baca Juga :


Setidaknya cerita tersebut kini terbukti, Wilayah Bima yang kini menjadi dua daerah Kabupaten dan Kota Bima peradabannya menunjukkan adanya kemajuan baik sektor ekonomi, pembangunan infrastruktur,  kekayaan alam baik air maupun bumi. Hal yang sama juga terjadi di Sumbawa. Sementara Kabupaten Dompu masih landai. Kemajuan ekonomi nya masih tertinggal jauh dari Sumbawa dan Bima. 

Sayangnya, situs Wadu Nocu ini tidak terawat dengan baik. Tidak ada perhatian serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu untuk menjaga situs sejarah ini. 

Untuk diketahui, kata "NCUHI" adalah sebutan untuk kepala Suku atau Raja Kecil yang berkuasa pada wilayahnya. Di Dompu sendiri terdapat empat orang  Ncuhi, yakni Ncuhi Hu'u yang berkuasa di wilayah Hu'u (Sekarang Kecamatan Hu'u), Ncuhi Saneo berkuasa diwilayah Saneo (Sekarang Desa Saneo)  Ncuhi Nowa dan Ncuhi Tonda berkuasa diwilayah masing-masing (Sekarang masuk di Kecamatan Woja).  



 
KM Ncuhi Saneo Woja

KM Ncuhi Saneo Woja

Nama : Faruk alamat : Desa Saneo Kecamatan Woja Email : sapedampoka@gmail.com No HP : 085205235696 Hargailah orang yang menghargai orang, maka orang akan menghargai orang yang menghargai orang.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan