logoblog

Cari

Benarkah "Bong" Ini,peninggalan Datu Bayan ?

Benarkah

  Sekotong KIM,-Sebuah "Bong" atau kendi tempat penampungan air wudhu berusia ratusan tahun.Merupakan sebuah benda yang terbuat dari tanah liat,berbentuk bulat,berdiameter

Wisata Sejarah

KIM SEKOTONG TENGAH
Oleh KIM SEKOTONG TENGAH
29 Juni, 2019 20:58:25
Wisata Sejarah
Komentar: 0
Dibaca: 2499 Kali

 

Sekotong KIM,-Sebuah "Bong" atau kendi tempat penampungan air wudhu berusia ratusan tahun.Merupakan sebuah benda yang terbuat dari tanah liat,berbentuk bulat,berdiameter sekitar 59 Cm.Bong tersebut terdapat di sebuah masjid di Dusun Telaga Lebur DesaSekotong Tengah Kecamatan Sekotong Lombok Barat.
"Bong" tersebut di tempatkan di sebuah bangunan berukuran 3x3 meter,dengan atap berbentuk limas.
Berada di dalam area Masjid Raudatul Muslimin, Dusun Telaga Lebur Kebon.
Menurut penduduk setempat,hanya para tetua dan orang dewasa saja yang di bolehkan berwudu di tempat ini.Wanita yang sedang haid juga di larang masuk.Untuk tempat wudhu,pengurus masjid menyediakan tempat wudu lainnya, dan bisa di gunakan untuk umum.
Itulah sekilas gambaran salah satu benda peninggalan sejarah yang kami temukan saat liputan acara jejak jejak islam, di kecamatan sekotong, bersama kru TVRI NTB.Sabtu 29 juni 2019.
Juru kunci bong tersebut adalah Haji Abdul Hamid (50 tahun),seorang kiai di Dusun Telaga Lebur Kebon.
Haji Abdul Hamid menceritakan, bahwa dia menerima kunci bong tersebut secara turun temurun.
Berdasarkan cerita dari mulut ke mulut,bahwa bong ini memiliki ke istimewaan.Beberapa di antaranya adalah bentuk fisiknya.Dimana kalau bong lainnya di  jika di taruh di tempat yang lembab,maka akan  lumutan.Sementara bong ini,tetap tampak seperti baru.Tidak terlihat ada lumut yang menempel.
Selain itu juga,banyak warga dusun bahkan hingga luar Kabupaten Lombok Barat datang untuk memita air.Konon di gunakan sebagai obat penyembuhan.
"Banyak warga yang datang dari Lombok Timur dan Lombok Tengah datang tasyakuran disini.Mereka sebelumnya datang meminta air bong.Saya tidak tahu,apakah penyakit mereka sembuh, atau hajat mereka terpenuhi,hingga mereka datang syukuran kemari,"cerita Haji Abdul Hamid,saat di wawancarai TVRI NTB.
Sementara itu dari sisi sejarah, bong tersebut konon di bawa oleh Datu Bayan, untuk di berikan kepada saudaranya yakni Datu Kedaro.
Karena tutup bong tersebut tertinggal di bayan, benda yang berusia ratusan tahun ini dibiarkan terbuka.
Apakah benar bong ini di bawa dari bayan ?
Siapakah Bapuq Beleq yang konon di suruh membawa bong ini ke "Teben" oleh Datu Bayan ?
Benang merah sejarahnya masih di selimuti tanda tanya.(sid)?

 

 

Baca Juga :


 



 
KIM SEKOTONG TENGAH

KIM SEKOTONG TENGAH

Kim ( Kelompok Informasi Masyarakat ) Desa Sekotong Tengah terbentuk sejak tahun 2017.Merupakan salah satu media untuk berbagi informasi yang di tulis oleh warga,dan untuk warga dan dari warga.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan