logoblog

Cari

Bangunan Ular Tangga Di Narmada

Bangunan Ular Tangga Di Narmada

Kedatangan Bangsa Belanda di Negara Indonesia pada zaman penjajahan adalah suatu hal yang meresahkan bagi warga Negara Indonesia. Berkat usaha dan

Wisata Sejarah

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
26 November, 2019 17:26:22
Wisata Sejarah
Komentar: 0
Dibaca: 2669 Kali

Kedatangan Bangsa Belanda di Negara Indonesia pada zaman penjajahan adalah suatu hal yang meresahkan bagi warga Negara Indonesia. Berkat usaha dan pejuangan dari bangsa Indonesia sendiri sehingga dapat meraih suatu kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, dan terbebas dari keterbelengguan penjajahan tersebut. Namun jika kita mencoba mengkaji sejarah tentang peninggalan Bangsa Belanda di Negara Indonesia tentu memiliki suatu dampat positip yang dapat mengembangkan aktifitas masyarakat itu sendiri. Salah satunya adalah peninggalan Bangsa Belanda berupa saluran air raksasa yang teletak di Narmada Lombok Barat.  

Peninggalan Bangsa Belanda di Narmada yang berupa salauran air terletak di wilayah bagian timur dari Taman Narmada Desa Narmada Lombok Barat. Masyarakat sekitar yang ada di desa tersebut menyebutnya sebagai ‘Tuntang Tungkek’. Bangunan ini pun menyeupai seekor ular besar, dan wujud fisik pada bagian permukaan bagunan ini berbentuk ular tangga.

Banyaknya anak tangga yang menjadi bagian dari seni arsitektur bangunan ini sehingga para pengunjung menyebutnya sebagai “Tangga Seribu”. Dari segi posisi, peninggalan Bangsa Belanda yang berupa saluran air ini membentang dari ujung utara Taman Narmada yang teletak di Desa Narmada hingga ke ujung selatan atau mencapai bagian wilayah Desa Peresak. Seorang penjaga Taman Narmada menuturkan bahwa saluran pipa besar ini adalah peninggalan Bangsa Belanda di zaman penjajahan, dan bangunan ini terbuat dari beton serta memiliki ukuran panjang sekitar 200 Meter.

Dari segi pengamatan, bangunan yang tampak eksotis ini memanjang atau membentang dari sebuah bukit yang berbentuk persawahan hingga menurun ke sebuah lembah terus menanjak ke sebuah bukit sebelah yang berbentuk pekampungan penduduk.

Dari segi pemanfaatan, bangunan yang berupa saluran air yang berpasangan ini menjadi media dalam mengàlirkan air dari sebuah sungai yang berada di bagian utara menuju ke sebuah sungai kecil yang berada di wilayah perkampungan penduduk pada bagian selatan. Pengakuan seorang warga penduduk Desa Peresak, “Saluran air ini telah ada pada zaman penjajahan Bangsa Belanda dan berfungsi sebagai pensuplai air dari sebuah sungai di bagian utara ke sebuah sungai kecil yang ada di perkampungan penduduk pada bagian selatan.

 

Baca Juga :


Adi (24 th) adalah seorang warga penduduk Desa Peresak menuturkan bahwa menurut tuturan orang tua yang hidup pada zaman dahulu yang mana bangunan orang Belanda yang berbentuk ular tangga ini telah berfungsi semenjak zaman Belanda hingga sekarang. Bangunan ini pun sangat membantu masyarakat sekitar karena berfungsi sebagai irigasi yang mampu mensuplai air sehingga warga penduduk di sini dapat sukses di bidang pertanian, khususnya dalam penanaman padi,” tuturnya.

Hal yang menguntungkan pada pengembangan daya tarik Wisata Taman Narmada adalah karena bangunan saluran air yang tergolong unik ini berada pada kawasan Wisata Taman Narmada sendiri. Terbukti dengan bnyaknya wisatawan domestik dan mancanegara yang selalu menyempatkan diri untuk menjelajah pada bangunan ular tangga ini. Bahkan mereka pun mengabadikan keunikan bagunan ini lewat camera dan diposting di berbagai media sosial yang tentunya berpengaruh lagi pada kuantitas jumlah pengunjung atau wisatwan.



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085333838169, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan