logoblog

Cari

Jalan-jalan Ke Istana Dalam Loka

Jalan-jalan Ke Istana Dalam Loka

99 Tiang Penyangganya Tetap Kokoh Meski Usianya Sudah 134 Tahun Layaknya peninggalan Raja atau Sultan zaman dulu, posisi Istana Dalam Loka

Wisata Sejarah

Yuyun Erma Kutari
Oleh Yuyun Erma Kutari
30 November, 2019 00:39:35
Wisata Sejarah
Komentar: 0
Dibaca: 1768 Kali

99 Tiang Penyangganya Tetap Kokoh Meski Usianya Sudah 134 Tahun

Layaknya peninggalan Raja atau Sultan zaman dulu, posisi Istana Dalam Loka sangat sakral bagi ‘Tau Samawa’ (sebutan untuk orang Sumbawa). Bangunan masih berdiri kokoh. Sejak dibangun 1885 silam. Tetap memiliki 99 tiang penyangga.

Satu persatu alas kaki itu diatur rapi. Diambil sapu lalu ia bersihkan dengan hati-hati. “Hebat ya Sultan Muhammad Jalaluddinsyah III, bisa menghadirkan rumah sebesar ini di tanah Sumbawa,” celetuk salah satu wisatawan lokal di Istana Dalam Loka.

Mendengar itu, senyumnya merekah. Mungkin ada rasa bangga menjaga warisan budaya yang usianya sudah lebih dari seabad.

“Selamat datang, alas kakinya mohon dilepas ya, terus jangan ngerokok di dalam ya pak, terima kasih,” kata Saprudin, menyapa sambil tersenyum ke arah wisatawan lokal yang datang silih berganti.

Ia adalah salah satu pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, sekaligus penjaga Istana Dalam Loka. Sejak 2002, dirinya sudah setia menjaga salah satu harta peninggalan ‘Tau Samawa’.

Selama menjaga Istana Dalam Loka, Saprudin mendapatkan banyak pengalaman menarik. Tidak hanya kepuasan batin, tetapi juga pengalaman mistis yang turut menyertai cerita-cerita di bangunan tua itu.

“Pasti ada, karena ini kan peninggalan raja,” ujarnya.

Memang, pengalaman itu tidak dialaminya secara langsung. Meski ia pernah tinggal beberapa tahun sendiri di dalam istana, karena harus menjaga barang-barang museum.

Saprudin mengaku belum pernah melihat secara langsung apa yang tidak bisa dilihat secara kasat mata. Namun, selama kurang lebih 17 tahun mengabdikan diri menjaga Istana Dalam Loka, ada saja masyarakat Sumbawa yang datang berkunjung ke bangunan itu untuk melakukan pengobatan tradisional.

“Biasanya pengunjung dari Kecamatan Empang atau nggak dari Taliwang,” kata dia.

Saprudin berujar, para pengunjung itu rata-rata ada keluarganya yang sakit. Kemudian berobat dan langkah penyembuhannya didatangi lewat mimpi untuk dimandikan di tiang guru (tiang utama) Istana Dalam Loka. Biasanya yang kerap datang itu memiliki garis keturunan keluarga para Sultan Sumbawa.

 

Baca Juga :


“Mandinya di tiang guru, kepercayaan yang mereka lakukan agar sembuh,” jelasnya.

Ada juga pengalaman lain. Dari salah satu desa di Sumbawa. Kata Saprudin, mereka sekeluarga datang karena salah seorang anaknya dirasuki "penunggu" Istana Dalam Loka. Saat tiba di dalam istana, ada beberapa ruangan yang tidak diijinkan di masuki oleh sang penunggu dan mereka hanya menuruti.

Maklum saja, Istana Dalam Loka memiliki 13 ruangan. Dan itu semuanya memiliki nama. Paladang (Ruang Tunggu), Lunyuk Agung (Ruang Pertemuan, Tempat Upacara Kesultanan), Ruang Salat, Repan Kacapuri (Ruang Peraduan Sultan atau Permaisuri), Repan Kemang Dalam (Ruang Tempat Tidur Putri Sultan) sampai dengan Sanapir Kamutar (Ruang Dapur).

“Pernah juga ada seorang pengunjung yang diantarkan sampai ke dalam istana, wah ramai sekali ya suasananya,” jelasnya sambil menirukan ekspresi pengunjung itu.

Saprudin tidak kaget bahkan sudah biasa mendapati pengunjung yang demikian. Memang, saat Koran ini berkesempatan masuk dan mengelilingi hampir seluruh ruangan, bulu kuduk bergidik. Rasa horor memang terasa jelas. Suasananya sepi, hening, dan tenang.

Maka dari itu, kata Saprudin, yang beranggapan bahwa suasana di dalam ruangan Istana Dalam Loka tampak ramai, pasti mereka yang memiliki ‘mata batin’. Ada satu sudut di dalam istana yang direplikakan sebagai tempat duduk raja dan permaisuri, biasanya ada yang tidak sengaja melihat bahwa kursi itu bergerak, bahkan raja dan permaisuri sedang tersenyum menatapnya.

“Banyak yang mengalami hal seperti itu, masuk ke ruangan ini dengar suara orang tertawa, orang menangis, dan banyak pengalaman lain,” terangnya.

Meski sangat kentara dengan unsur mistis, tidak mengurangi minat kunjungan wisatawan ke Istana Dalam Loka. Baik lokal maupun mancanegara. Karena di Ruang Lunyuk Agung, Pemkab Sumbawa sudah menyediakan berbagai macam penjelasan mengenai Silsilah Kesultanan Sumbawa berikut dengan sejarah-sejarah yang lain. Anak-anak sekolah juga banyak yang berdharma wisata.

Ia hanya berharap, semua wisatawan tahu aturan kunjungan dan apa yang dilarang dan diperbolehkan saat berada di sebuah rumah. Namanya juga istana para raja, ada adab yang harus dijaga. Lepas alas kaki, permisi kepada penunggu rumah, tidak boleh lari-larian dan yang paling penting dilarang merokok karena rumah terbuat dari kayu. []



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan