Jembatan Gantung, Sarana Rekreasi Edukasi

Bangunan-bangunan tua di Kota Mataram oleh pemerintah kota Mataram tak disia-siakan. Pemkot cukup kreatif dengan menjadikannya sebagai obyek wisata. Selain kota tua Ampenan yang terkenal dahulunya sebagai kota pelabuhan, kini bertambah lagi yakni keberadaan Jembatan Gantung yang merupakan jembatan peninggalan penjajah Jepang yang berada di Kelurahan Karang Baru. Jembatan yang usianya sudah mencapai ratusan tahun ini mendapatkan perhatian dari Pemkot Mataram untuk dilakukan peremajaan dengan maksud agar jembatan ini tetap menyisakan nilai sejarah atau historis yang dapat menunjang pertumbuhan kepariwisataan di kota bermotokan Maju, Religius dan Berbudaya ini.

Dalam sejarahnya jembatan gantung ini merupakan satu-satunya peninggalan penjajah Jepang yang menghubungkan antara Cemara dan Karang Baru. Hal ini mengingat waktu itu kedua wilayah ini masih dikelilingi areal sawah yang cukup luas yang dibatasi oleh kali Jangkuk. Waktu itu, belum banyak masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor. Karena itu jembatan ini merupakan jalan penghubung yang paling efektip bagi pejalan kaki warga Mataram.

Sayangnya seiring dengan perkembangan dan teknologi jalan dan jembatan yang makin pesat, keberadaan jembatan gantung seakan telah diabaikan bahkan tak difungsikan sama sekali. Apalagi dengan makin banyaknya masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor menjadikan jembnatan gantung ini sama sekali tak pernah dimanfaatkan. Akibatnya jembatan ini lama-kelamaan menjadi rusak, lapuk dan mem;perihatinkan serta terancam bahaya jika digunakan.

Karena itu Pemkot Mataram berinisiatif melakukan peremajaan Jembatan Gantung agar bisa kembali bermanfaat bagi masyarakat dengan tetap menjaga nilai sejarahnya agar tetap lestari. Dana yang diperlukan tersebut sebesar Rp. 595 juta. Peremajaan jembatan ini dimulai sejak Februari 2012 dengan tetap mempertahankan bentuk dan fungsi aslinya, namun dengab material yang lebih kuat dan berkualitas.

Pemanfaatan jembatan gantung dikehendaki tetap seperti semula yakni untuk pejalan kaki , selain menjadi sarana rekreasi dan edukasi. Karena itu tak mengherankan jembatan gantung ini dimanfaatkan masyarakat untuk sarana rekreasi, tempat bersantai di sore hari atau sekedar untuk mengabadikan diri dan mencoba ,keyakinan anda untuk bisa melewati jembatan ini. 

Hingga saat ini animo sejumlah warga bahkan wisata domestik dan manca negara mulai tanpak terlihat mengunjungi dan mengabadikan Jembatan Gantung yang merupakan jembatan sejarah dibangun pemerintah Jepang. Jembatan gantung dipertahankan karena selain memiliki nilai sejarah juga memiliki azas manfaat, sebab merupakan jembatan pertama dan satu-satunya  yang menghubungkan antara Kelurahan Karang Baru dengan Cemare. Jembata ini  khusus diperuntukan bagi pejalan kaki  dan akan menjadi ajang rekreasi serta edukasi.  (Wardi)    - 05

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru