Makam Keramat Cemare

Pantai Cemare tak hanya dikenal ramah terhadap pengunjung karena ombaknya yang tenang, namun tak jauh dari pesisir pantai sebelah selatan terdapat situs bersejarah Makam Keramat.

Bagi masyarakat kecamatan lembar umumnya lombok barat makam ini merupakan tempat yang suci karena dianggap sebagai makam para ulama tak jauh beda dengan makam para wali dipulau jawa.

Setiap pertengahan tahun dari bulan Juni sampai bulan Agustus atau biasanya selesai panen raya bisa dipastikan ribuan orang berkunjung kemakam keramat untuk mengadakan syukuran dimakam yang tepatnya berada ditengah laut ini.

Namun tak jauh dari makam  ini terdapat sebuah aula yang di rubah menjadi musolla tempat zikir dan tahlilan dilaksanakan, tak hanya zikir dan tahlilan musolla berukuran 6×4 inilah tempat biasanya aqikah dilaksanakan.

Keberadaan makam tengah laut ini sudah ada sejak lama dan dimakam ini oleh masyarakat diyakini sebagai tempat yang mustajab untuk memanjatkan doa sekaligus syukuran atas hasil panen yang didapat.

Makam keramat ini merupakan salah satu situs  bersejarah yang dimiliki oleh lombok barat selain Makam Jurang Langko dipegunungan Beroro, Makam Loang Balok di Tanjung Karang, Makam bintaro diampenan kota mataram dan Makam Batu Layar di Batu layar serta msih banyak situs-situs lainnya.

Khusus untuk Makam keramat dalam sejarah masyarakat setempat makam ini dipercaya merupakan tempat beristirahatnya salah satu ulama besar dimasa lalu namun tak jelas nama dan tempat kelahiran ulama tersebut.

Dari data dan fakta yang ada memang tak menyebutkan namanya namun keyakinan masyarakat sekitar juga diamini oleh masyarakat yang berada diluar daerah lombok barat sehingga tak mengherankan peziarah yang datng juga banyak dari luar pulau lombok dan dari luar kabupaten lombok barat.

Dalam kepercayaan masyarakat sekitar pengambilan air dimakam keramat ini akan selalu diikuti oleh air makam jurang langko yang berada dipegunungan dusun Beroro Desa Jambatan kembar timur.

Menurut penjaga makam keramat ‘’biasanya para peziarah begitu selesai mengambil air dimakam keramat biasanya akan diikuti oleh air makam jurang langko yang berada diberoro dan biasanya kami menyebutnya dengan air atas dan air bawah yang dalam bahasa sasaknya disebut ai’ bawak ai’ atas.tutur mamik adi.

Dalam kepercayaan para peziarah posisi makam yang berada ditengah laut lepas ini juga menambah keyakinan mereka karena walaupun air laut pasang makam yang kini dibangun menyerupai kubah masjid ini tidak pernah tenggelam oleh air yang pasang tersebut. () -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru