Makam Astana Situs Makam Penuh Misteri


Kopang, KM. Memang, situs Makam Astana sudah lama menjadi buah bibir. Hampir belasan dekade, situs makam peninggalan bersejarah ini belum ditemukn titik terang, siapa sebenrnya ‘tuan’ dari kubur tersebut. Banyak versi yang muncul kemudin. Namun versi-versi itu tanpa diikuti bukti monumental yang kuat, hanya muncul dari mulut ke mulut, sehingga hanya meningalkan misteri belaka.

Makam Astana yang berada di Dusun Bajur Timur, Desa Kopang Rembige, Kecamatan Kopang ini, berada di atas ketinggian sekitar 150 meter dpl. Di atasnya terdapat batu nisan yang lonjong memanjang. Ini membuktikan bahwa, ada manusia yang dikubur sebagai penghuni di dalamnya. Yang menjadi pertanyaan adalah, batu nisan yang lonjong memanjang ini, tidak seperti batu nisan pada kubur umumnya. Bentuknya lonjong memanjang dan hampir-hampir serupa.

Di samping kubur berbatu nisan lonjong, tedapat juga beberapa batu nisan besar. Nisan-nisan ini tidak lagi lonjong, namun batu nisan sebagaimana layaknya batu nisan kubur umumnya. Nisan-nisan ini dipenuhi motif-motif ukiran jawa, bukan ukiran Lombok (Sasak) pada umumnya.

Kendati dikelilingi permukiman warga, Makam Astana masih menyimpan misteri. Banyak cerita-cerita misteri dan aneh yang muncul, bahkan konon di makam ini dijadikan tempat ‘bertapa’ bagi warga yang menginginkan kedigdayaan, soal finansial sampai masalah jabatan pendamping hidup.

“Saya lebih dari delapan puluh tahun tinggal di bawah makam ini, tapi saya belum tahu siapa yang dikuburkan di sana,” papar Amaq Sahar ketika NRN ingin tahu. Namun Amaq Sahar masih kuat daya ingatnya meski usia sudah masuk golongan manula. Kata dia, ketika usia-usia muda, sering melihat bayangan hitam dan bau kemenyan. Nalarnya segera muncul, itu menandakan bahwa, ada orang yang ingin meminta Sesutu alias bertapa.

Tidak hanya bertapa, bahkan makam Astana, sering dilewati sebagai jalur lalu lintas para tamu malam hari. Tamu-tamu malam, alias ‘maling’ ini bahkan dijadikan sebagai tmpat bertemu, mungkin dalam rangka menyusun strategi.

“Sapi curian dari arah barat dan timur harus melintasi makam. Sapi curian dari barat pasti singgah di Lingkok Bakeq dan estapet bebas ke selatan menuju arah Desa Beleka,” cerita Amaq Sahar.

Makam Astana tidak sekedar menyimpan misteri, namun crita-cerita mitos terus bermunculan di tegah warga setempat. Diceritakan, pernah seorang warga yang sengaja mengamil sebuah batu nisan sebagai aksesoris halaman rumahnya. Namun apa yang terjadi? Yang empunya rumah justru sering bermimpi kedatangan mahluk menyeramkan. Setelah batu nisan dikembalikan ke tempatnya, warga Kopang yang tinggal di Senggigi ini tidak lagi didatangi mahluk menyeramkan.

Namun apapun misteri dan mitos yang muncul, jika warga setempat pintar-pintar meramu, bukannya tidak mungkin, Makam Astana bisa saja dijadikan sebagai lokasi wisata misteri dan mitos.

“Diiringi dengan era globalisasi yang tinggi dan dukungan stakeholder yang kuat, Makam Astane bukan tidak mungkin sebagai lokasi wisata ziarah,” Kata Lalu Budi Utama, tokoh pemuda asal Desa Kopang Rembiga.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru