Jejak Legenda Di Teluk Bima

Teluk Bima yang indah, tenang dan damai telah menyimpan kenangan sejarah. Teluk ini adalah saksi bisu perkembangan peradaban tanah Bima dari masa ke masa. Tahu kah anda, di hamparan indah teluk ini telah merekam jejak jejak legenda di masa silam. Jejak itu senantiasa terekam dalam memori kolektif masyarakat Bima hingga kini.

Jejak.jejak legenda di teluk yang saat ini telah menyempit akibat reklamasi dan sedimentasi sampah perkotaan, menyebar dari sisi selatan hingga utara teluk ini. Legenda yang hidup bersama teluk Bima adalah Kisah La Kalai di Pantai Kalaki( Anwar Hasnun menyebut La Kalaki), kisah Puteri Londa dan Wadu Mbolo, Lawata Dan Dewa Sepi, Kisah Duha Lano, Oi Ule, Toro Londe, Temba Kolo, Nggunti Rante, Wadu Pa'a dan Bote Nggoma

Berikut ringkasan legenda tersebut :

1.La Kalai

Keindahan pantai Kalaki juga dibalut kisah kecerdikan La Kalai dan kecongkakan seorang Rato yang memberikan perintah yang tidak masuk akal kepada La Kalai. Kisah ini berakhir dengan penyesalan sang Rato yang justru terjebak dalam rencananya sendiri untuk menghancurkan La Kalai. Kisah selengkapnya ada di tulisan saya berjudul " Kecerdikan La Kalai dan Kecongkakan Sang Rato."

2. Puteri Londa Dan Wadu Mbolo

Kisah puteri Londa adalah petualangan permaisuri Raja Dompu ke gunung Londa setelah disihir oleh seorang nenek sihir dan menjelma menjadi seeokor kerbau betina. Puterinya Nurul Patinda sangat cantik, sehingga Sangaji Mbojo jatuh cinta kepadanya. Pernikahan dilaksanakan di gunung Londa. Hadir pula Raja Dompu. Tiba tiba seekor kerbau muncul dan menari di arena pesta itu. Berkat kesaktian Sangaji Mbojo, wujud permaisuri Raja Dompu kembali menjadi manusia. Lalu sejak itu Raja Dompu Dan Sangaji Mbojo membuat perjanjian yang berisi tentang persahabatan dan ikatan keluarga yang dikenal dengam Wadu Mbolo. Sumber bacaan tentang ini dapat dibaca di buku Ensilklipedia Bima karya Muslimin Hamzah.Namq Londa pun telah diabadikan menjadi nama salah satu kapal milik PELNI.

3. Lawata Dan Dewa Sepi

Pantai ini cukup terkenal. Pada masa lalu menjadi pintu masuk Raja Indra Zamrut dan Indra Komala sebelum menjadi Raja. Ncuhi Parewa mengantar keduanya menuju Ncuhi Dara dan disambut meriah di Lawata. Nama Lawata pada awalnya disebut Lawangta. Lawang dalam bahasa Sangsekerta berarti pintu atau pintu gerbang. Akhiran Ta berarti penegasan dalam adab kesopanan tutur masyarakat Bima. Lama kelamaan berkembang menjadi Lawata.

Pantai yang membentang dari Lawata hingga Ama Hami disebut Dewa Sepi. Dinamakan Dewa Sepi karena penyambutan Raja Indra Zamrut sangat ramai dengan berbagai macam tarian penyambutan sehingga digambarkanlah dengan Dewa Sepi. Dewa dalam bahasa Bima lama adalah tarian. Sepi adalah Ebi.Karena penyambutan yang meriah maka diibaratkan dengan Sepi atau ebi.

4. PantaI Ule

Ule atau Oi Ule menyimpan sejarah di masa silam, baik yang tercatat dalam kitab BO maupun tutur masyarakat. Di pantai Ule atau Oi Ule inilah lahirnya upacara Hanta UA Pua dan sumpah Oi Ule yang diikrarkan oleh Sultan Abdul Kahir 1 dan Sultan Abdul Khair Sirajuddin untuk setiap kepada Islam dan para guru gurunya.

5. Toro Londe

Toro atau Tanjung Londe setelah pantai So Nggela menyimpan legenda di masa silam dimana Indra Komala meminjam mata pancing Raja Indra Zamrut. Mata pancing itu akhirnya disambar raja ikan di Toro Londe. Inilah kisah awal perseteruan antara kakak beradik itu. Mata pancing itu akhirnya dapat diambil kembali oleh Indra Komala berkat kesaktiannya. Pada akhirnya Indra Komala memakzulkan diri di mata air Oi mbo atau Oi Mbora yang saat ini menjadi kelurahan Oi Mbo.

6. Temba Kolo

Temba Kolo adalah sumur tua di atas pegunungan Kolo. Sumur ini menitipkan legenda tentang kisah cinta antara Indra Zamrut dengan Puteri Kayangan atau Ana Fari. Di Sumur inilah yang menjadi penghubung Indra Zamrut dengan istrinya di alam Khayangan.Selengkapnya tentang Temba Kolo ini diuraikan dalam buku Temba Kolo karya Alan Malingi.

7. Nggunti Rante

Nama Nggunti Rante identik dengan nama Parang Sakti peninggalan kesultanan Bima yang kini masih tersimpan di Museum Asi Mbojo. Di masa lalu, berdasarkan tutur masyarakat nggunti rante adalah rantai penahan kapal kapal musuh di asa kota atau di pintu masuk teluk Bima.Konon nggunti rante membentang dari benteng asa kota hingga kolo.Konon juga bahwa pulau kambing di tengah teluk Bima bisa berpindah ke Asa Kota untuk mengjadang musuh.

8.Duha Lano

Teluk Bima juga menyimpan kisah pilu di masa silam.Dalam legenda Duha Lano, digambarkan tentang kehidupan sebuah keluarga yang berakhir tragis karena sikap anak anaknya yang tidak patuh kepada orang tua. Sang Ibu akhirnya menghayutkan dirinya ke laut dan menghilang. Kisah ini ditulis Alan Malingi dalam bentuk Cerita bergambar dengan judul " Kidung Terakhir Seorang Ibu ".

9. Wadu Pa a

Situ wadu pa' a sangat penting bagi perjalanan sejarah Bima..Situs ini menyimpan legenda baik tercatat dalam BO maupun tutur masyarakat setempat. Dikisahkan, para ncuhi menemui Sang Bima ketika memahat Wadu Pa'a. Sang Bima menerima amanat kepemimpinan itu dan menyerahkan kembali kepada Ncuhi Dara untuk memerintah atas namamya.

10. Bote Nggoma

Al kisah seeokor Kera yang kudis (bote nggoma) mengajak seeokor siput untuk lomba adu cepat menuju pulau kambing. Mereka membuat perahu dari karodo.Karodo adalah penganan dari beras yang ditumbuk. Berlayarlah Bote Nggoma dengan siput. Belum sampai ke tengah perahu dari karodo mulai hancur. Bote nggoma pun tenggelam

Demikianlah 10 kisah dalam keabadian teluk Bima.Kisah kisah itu adalah fiktif.Tetapi ragam kisah itu menjadi bukti kekayaan khasanah budaya dalam balutan keindahan teluk Bima.

Foto : Abdul Barry.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru